Tak terasa rindu ini sudah terbalas kan dengan kemilauan lampu serta suasana dingin yang menyelimuti sekujur tubuh dua insan yang memulai kisahnya di kota Jogjakarta. Arah dan tujuan mereka pun tak membawa kepastian. Hanya sekeping cerita dan harapan suatu keajaiban cinta yang ingin dirajut oleh mereka. Suasana malam yang terasa begitu nyaman, dengan ditemani semangkok wedang membawa mereka mengerti arti suatu kehangatan akan sebuah pertemuan. Diawali percakapan yang sebenarnya menuju sebuah kisah manis yang akan tersimpan dengan sendirinya dalam genggaman tangan mereka yaitu sebuah kotak pelangi. Kembang api pun ikut memancarkan kebahagian dengan warna warnanya begitu menakjubkan seperti ketujuh warna pelangi. Waktu terus berputar, semakin malam semakin larut dengan kebahagian dua insan yang terus melangkah dan bercanda tawa. Langkah itu sebenarnya membawa mereka suatu tujuan yang membahagiakan. Tapi entahlah biar waktu yang menjawab serta campur tangan Tuhan. Alun-Alunlah menjadi saksi bisu pertemuan mereka. Keramaian orang-orang yang juga merasakan hal yang sama seperti mereka, tak dihiraukan oleh dua insan tersebut. Dua insan itu tak mempunyai hubungan yang istimewa, tapi mereka terlena akan keistimewaan dan saling memiliki. Apakah hati mereka bisa bersatu atau hanya sebuah nostalgia ? berharap dua duanya menjadi milik dua insan tersebut. Karena Cinta tak terlihat oleh mata, tak teraba oleh tangan. Tapi dia ada sejak kita bahkan belum bisa mengucapkan.
Terimakasih Kamu memberi kenangan manis di Kota Jogjakarta. Aku tak akan pernah bosan untuk kembali dan membawa setangkup haru dalam rinduku. Walaupun Kau dan Aku terpisahkan oleh jarak. Itu tak masalah untukku. YRASW☺♥
